Korsel:”Shutdown” Terhadap Game Online Mulai 20 November 2011

Pengaruh Game Online | Pembatasan Bermain Game | Game Online | Efek dari Game Online | Kebijakan Terhadap Game

Kebijakan pembatasan bermain game terhadap remaja di Korea Selatan telah disetujui oleh kongres Korea Selatan pada Sidang Paripurna yang diselenggarakan minggu lalu. Dengan disetujuinya kebijakan tersebut maka pemberlakuan shutdown game secara paksa kini akan benar-benar dilakukan. Para penyedia layanan game online di Korea Selatan kini harus memberhentikan layanan game mereka terhadap para remaja Korea Selatan yang berumur di bawah 16 tahun mulai jam 12 malam hingga jam 6 esok harinya.

Tentunya kebijakan ini mengundang kontroversi. Beberapa perusahaan game online di Korea Selatan dan beberapa kelompok masyarakat telah menyuarakan keberatannya. Alasannya adalah karena pemberlakuan shutdown paksa ini hanya diberlakukan terhadap game online, tetapi tidak kepada konsol, portabel ataupun game mobile. Mereka juga memberikan alasan bahwa bukan hanya game online saja yang membuat seseorang menjadi kecanduan, karena semua game, jika memainkannya secara berlebihan, akan dapat mengakibatkan kecanduan.

Dua produsen konsol terbesar di dunia, Sony dan Microsoft menyatakan bahwa mereka akan menghormati kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Korea Selatan tersebut. Walaupun sulit untuk dilakukan karena PSN dan XBL tidak mempunyai verifikasi umur, tetapi keduanya menyatakan kesanggupan mereka untuk mentaati kebijakan tersebut. Sony Computer Entertainment Korea menyatakan bahwa mulai hari ini, tanggal 18 September 2011, akan menolak para gamers di bawah umur 16 tahun untuk mengakses PSN pada kurun waktu yang telah ditentukan. Bukan itu saja, SCE Korea juga akan mencegah para gamers di bawah umur tersebut untuk membuat akun baru. Saat ini, pembatasan oleh SCE Korea tersebut hanya berlaku untuk PS3, untuk PS Vita nanti, SCE Korea mengatakan kemungkinan akan memakai cara yang berbeda.

Microsoft of Korea bahkan lebih “sadis” lagi menerapkan kebijakan pemerintah Korsel tersebut. Mereka menyatakan bahwa XBL akan dimatikan serentak tepat pada jam 12 malam dan memulai pelayanannya lagi pada jam 6 pagi esok harinya. Pembatasan oleh Microsoft of Korea ini akan diberlakukan secara luas, dalam arti gamers dewasa pun tidak akan dapat mengakses XBL pada kurun waktu tersebut. Alasan mereka adalah untuk mengurangi kemungkinan para gamers remaja ini untuk mengakses XBL dengan akun gamer dewasa yang tinggal serumah dengan mereka. Namun sepertinya Microsoft of Korea harus siap menghadapi kecaman dari para gamers dewasa jika benar-benar akan memberlakukan hal tersebut.

Berita baiknya, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata serta Kementerian Persamaan dan Kekeluargaan telah menyetujui untuk tidak menyertakan game konsol dan mobile karena laporan adiksi terhadap game pada kedua perangkat tersebut masih belum separah game online. Walaupun begitu, kedua perangkat tersebut diharapkan dapat menyesuaikan dengan kebijakan tersebut dalam dua tahun.

Tentunya pertanyaan yang timbul dalam benak gamers dari belahan dunia lain adalah apakah tindakan “ekstrim” dari pemerintah Korea Selatan ini akan efektif? Lalu bagaimana dengan masa depan industri game di Korea Selatan dengan adanya kebijakan ini nanti? Well, kita lihat saja nanti saat kebijakan ini sudah diberlakukan.
Subscribe to our feed untuk mendapatkan update terbaru dari I’mAGamer

About LighT

LighT is My Soul~ Name : Daniel Handaja NRP : 211310058

Posted on November 27, 2011, in News and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: